5 Kesalahan Umum dalam Mendesain Kemasan Produk dan Cara Menghindarinya

5 Kesalahan Umum dalam Mendesain Kemasan Produk dan Cara Menghindarinya

Kemasan bukan sekadar pelindung produk, tetapi juga media branding yang dapat meningkatkan daya tarik dan nilai jual. Kemasan dengan desain yang tepat, akan membuat  sebuah produk bisa terlihat lebih profesional dan menarik untuk dibeli. Sayangnya, banyak pelaku usaha masih sering melakukan kesalahan dalam merancang maupun mendesain kemasan. Hasilnya, kemasan tidak sesuai harapan, biaya membengkak, bahkan gagal mendukung penjualan.

Agar hal ini tidak terjadi pada Anda, mari kita bahas 5 kesalahan umum dalam membuat desain kemasan serta cara menghindarinya.

1. Font Terlalu Kecil dan Sulit Dibaca

Banyak pelaku usaha memilih font yang artistik, tapi melupakan fungsinya: bisa dibaca dengan jelas. Tulisan yang terlalu kecil atau berwarna terlalu kontras dengan latar belakang membuat konsumen kesulitan membaca informasi penting seperti komposisi, tanggal kadaluarsa, atau cara pakai.

Solusi:

Gunakan font yang jelas dan cukup besar. Pastikan kontras warna antara teks dan latar belakang cukup tinggi agar mudah dibaca.

2. Desain Terlalu Ramai

Terlalu banyak elemen visual bisa membuat kemasan terlihat “berisik” dan membingungkan. Akibatnya, pesan utama yang ingin disampaikan justru tidak terlihat.

Solusi:

Gunakan prinsip desain minimalis. Fokus pada satu pesan utama, seperti keunikan produk atau nilai jual utama (USP). Beri ruang kosong agar desain “bernapas”.

3. Warna Tidak Sesuai dengan Brand

Warna yang tidak konsisten dengan identitas brand bisa membuat produk sulit dikenali atau bahkan terlihat tidak profesional.

Solusi:

Gunakan palet warna yang sesuai dengan karakter brand Anda. Misalnya, brand natural bisa menggunakan warna tanah, hijau, dan krem. Konsistensi warna juga membantu menciptakan identitas visual yang kuat.

4. Bahan Kemasan Mudah Rusak

Bahan kemasan yang terlalu tipis atau tidak tahan air bisa merusak tampilan produk, bahkan sebelum sampai ke tangan konsumen. Hal ini bisa menurunkan persepsi kualitas produk Anda.

Solusi:

Pilih bahan kemasan yang sesuai dengan jenis produk dan proses distribusi. Untuk produk makanan, pastikan bahan food grade dan tahan kelembaban.

5. Tidak Ada Informasi Penting

Informasi seperti label halal, tanggal kadaluarsa, komposisi, cara penyimpanan, atau barcode sering terlupakan. Padahal, informasi ini sangat penting untuk kepercayaan konsumen dan keperluan distribusi.

Solusi:

Buat daftar informasi wajib yang harus ada di kemasan. Jangan anggap remeh detail kecil ini, karena bisa berdampak besar.

Dampak Kesalahan Kemasan terhadap Penjualan

  • Penurunan minat konsumen
  • Hilangnya kepercayaan konsumen
  • Meningkatnya biaya operasional
  • Lemahnya daya saing
  • Merusak citra merek
  • Menurunkan keputusan pembelian ulang
  • Mempengaruhi persepsi kualitas produk

Checklist untuk UMKM Saat Mendesain Kemasan

  • Apakah font mudah dibaca dari jarak 1 meter?
  • Apakah warna selaras dengan brand Anda?
  • Apakah desain terlalu ramai?
  • Apakah bahan kemasan cukup kuat?
  • Apakah informasi penting sudah lengkap dan jelas?
  • Apakah kemasan bisa menarik perhatian di rak?

Bingung Mendesain Kemasan Produk? Kami Bisa Bantu!

Di Box Ide, kami paham bahwa kemasan bukan sekadar pembungkus—ini bagian dari strategi branding Anda. Tim desain kami siap membantu UMKM menciptakan kemasan yang menarik, fungsional, dan sesuai dengan identitas brand Anda.

Klik banner berikut untuk berkonsultasi dengan Customer Service Box Ide!

Jl. Sritunggal No. 08 Cigelereng, Regol
Kota Bandung, Jawa Barat Kode Pos 40253

Contact

Opening Hour:

Monday to Friday

8AM to 5PM

Google Maps

1